Beranda > Artikel > Digandeng Pemerintah, Bank Bukopin Punya KPR Murah

Digandeng Pemerintah, Bank Bukopin Punya KPR Murah

Juni 21, 2012

Sekilas Bank Bukopin

Bank Bukopin yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset. Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer.

Ketiga segmen ini merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal, kehandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Landasan ini memungkinkan Bank Bukopin melangkah maju dan menempatkannya sebagai suatu bank yang kredibel. Operasional Bank Bukopin kini didukung oleh lebih dari 280 kantor yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia yang terhubung secara real time on-line. Bank Bukopin juga telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, yang kini berjumlah 543 outlet, sebagai wujud program kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.

Dengan struktur permodalan yang semakin kokoh sebagai hasil pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada bulan Juli 2006, Bank Bukopin terus mengembangkan program operasionalnya dengan menerapkan skala prioritas sesuai strategi jangka pendek yang telah disusun dengan matang. Penerapan strategi tersebut ditujukan untuk menjamin dipenuhinya layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional maupun internasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.

Keseluruhan kegiatan dan program yang dilaksanakan pada akhirnya berujung pada sasaran terciptanya citra Bank Bukopin sebagai lembaga perbankan yang terpercaya dengan struktur keuangan yang kokoh, sehat dan efisien. Keberhasilan membangun kepercayaan tersebut akan mampu membuat Bank Bukopin tetap tumbuh memberi hasil terbaik secara berkelanjutan.

Digandeng Pemerintah, Bank Bukopin Punya KPR Murah

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menggandeng PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dengan adanya Bukopin, berarti bank pelaksana FLPP kini menjadi dua bank setelah sebelumnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di 2010 kemarin.

Pada kesempatan yang sama Kemenpera juga meneruskan kerjasamanya dengan BTN dalam hal FLPP ini. Adapun kerjasama yang dimaksud dalam hal FLPP KPR rumah sejahtera yang nantinya dapat disalurkan oleh BTN dan Unit Usaha Syariah BTN.

Seperti diketahui, FLPP diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp 4,5 juta per bulan cukup membawa SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajak dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) ke bank pelaksana, dan selanjutnya diproses untuk mendapatkan keringan cicilan kredit perumahan.

FLPP bertujuan memberikan kesempatan masyarakat yang memenuhi persyaratan kredit rumah yang dibeli dari pengembang, dengan cicilan lebih ringan dari yang berlaku saat ini. Bagi masyarakat yang sudah memiliki KPR konvensional pun, bisa mengkonversi menjadi KPR dengan FLPP dan segera menikmati bunga di bawah 10%.

Selain itu, suku bunga di bawah dua digit tersebut diberikan dengan tenor tetap 15 tahun. Nantinya bunga hanya 2,5-3% di atas SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

Penetapan bunga yang lebih rendah ini disebabkan karena masuknya FLPP dalam pembiayaan kredit perumahan bagi seluruh masyarakat. Porsinya bahkan mencapai 50% dari total nilai KPR.

Semakin kecil nilai KPR, maka masyarakat berkesempatan mendapat FLPP lebih besar dan begitu pula sebaliknya.

Kemenpera menilai hal ini merupakan tujuan dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian.

Berdasarkan perhitungan ujicoba, Kemenpera mencontohkan misalkan saja jika nilai KPR Rp 90 juta, maka FLPP bisa 50% dan bank menanggung 49%. Jika nilai Rp 75 juta FLPP bisa 57%, sedangkan bank 42%.

Dan saat cicilan di tahun ke-10 sampai ke-15 maka bisa saja angsuran menjadi lebih murah karena sudah tidak ditanggung bank pelaksana, tetapi sudah BLU-PPP (Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan).

Fasilitas ini bisa dilaksanakan pada empat produk bank pelaksana, di antaranya KPR Sejahtera Tapak, KPR Sejahtera Susun, KPR Sejahtera Syariah Tapak, dan KPR Syariah Susun

Acuan bunga sementara untuk KPR Tapak, berada di level 8,15-8,5%, dengan nilai KPR Rp 50-80 juta. Dan bunga 9,25-9,9% untuk KPR susun dengan nilai Rp 90-135 juta.

sumber: http://www.rumahku.com/banks/details/10

Kategori:Artikel