MEMBUAT MEJA KANTOR SENDIRI

Agustus 14, 2014 Komentar dimatikan

Pembaca yang budiman, kali ini penulis akan berbagi pengalaman tentang membuat meja kantor sendiri. Ingat penulis bukan seorang tukang kayu, namun penulis hanya ingin mengisi waktu luang, dan mencoba untuk menapaki diri, sampai di mana kemampuan diri penulis di bidang perkayuan, he he he he… yang tukang kayu, mohon petunjuknya ya…

Penulis mengambil contoh model dari mbah google, dengan kata kunci “meja kantor sederhana” dan terpilihlah model ini :

Setelah menemukan model, penulis mencari bahannya, yaitu papan kayu. Di karenakan papan kayu kalimanatan mahal, maka penulis mencari kayu lokal. Dan akhirnya mendapatkan kayu jenis trembesi di depot kayu kecil di desa penulis. Berhubung depot kecil, jenis papannyapun kurang bagus. Baik di segi pemotongan, maupun kwalitas bahan. Maksudnya, pohonnya masih berukuran kecil, jadi kemungkinan kayunya masih muda.

Kemudian penulispun mulai mengarjakan proyek pribadi ini, inilah langkah – langkah yang penulis lakukan :

MEMILIH PAPAN

Papan yang penulis beli, tidak bagus semuanya. Sehingga perlu di pilih, untuk bagian-nagian tertentu. Baik lebar maupun tebal papannya. Penulis memilih untuk bagian atas meja dan bagian depan meja dengan papan yang penulis anggap baik. Ketebalan dan serat kayunya hampir sama dan sejenis.

MEMOTONG PAPAN

Papan di potong sesuai dengan rencana peruntukan, di tambah 1cm dari ukuran jadi. Maksudnya, apabila papan di peruntukan pada bagian atas, dengan panjang meja jadi 120cm, maka papan dipotong 121 cm. Hal ini untuk persiapan potong jadi nanti, mengingat setelah proses penghalusan dan pemotongan yang akurat, akan terjadi perobahan sudut, ketebalan dan lebar papan. Serta untuk menghindari cacat pada ujung papan akibat benturan, ataupun pemotongan yang kurang siku.

MERATAKAN DAN MENGHALUSKAN PAPAN

Dalam proses ini, penulis menggunakan alat konvensional, yaitu berupa alat serut dari kayu. Penulis menggunakan 2 pasah/unduk/alat serut ( planner ). Yang saatu untuk posisi muka papan, yang satu untuk sisi papan. Hal ini penulis lakukan karena sisi-sisi papan sangat berbeda kerataanya dan serat kayunya.

MENGADU PAPAN

Papan yang penulis beli lebarnya hanya 20 cm, setelah di serut dan di ratakan sisi-sisinya, akan tersisa menjadi 19 cm. Dan dari 19 cm tersebut, di butuhkan lebar 60cm, maka di butuhkan kurang lebih 4 papan. (19cm x 3) + 3 cm, lebar papan satuan yang di butuhkan. Namun dalam hal ini, penulis tidak menggunakan papan yang 3cm, jadi lebar meja jadi hanya 57cm.

Papan di adu sesuai dengan rencana bentuk meja, dan peruntukan sisi-sisi meja. Aduan untuk atas meja, sisi kanan dan kiri meja, penutup belakang meja, pintu-pintu partisi meja harus di susun sedemikian rupa, persis seperti skema rencana yang di buat berdasarkan model yang di jadikan contoh.

MERAKIT MEJA

Setelah papan-papan di adu sesuai dengan sisi-sisi meja,maka di adu atau di rakit sehingga membentuk sebuah meja yang sesuai dengan model yang di jadikan contoh. Pada bagian ini di butuhkan kesabaran tersendiri, dan di tambah bakat tersendiri, karena apabila tidak sabar dan kurang perhitungan, maka akan terjadi aduan yang sangat kasar, yang menghasilkan pekerjaan yang tidak pas pada tempat-tempat penyambungan. Bahkan bisa jadi proyek akan berantakan karena pemaksaan aduan yang tidak benar.

Dalam proses ini juga, seluruh ukuran panjang dan lebar papan adalah ukuran jadi, atau matang. Maka ukuran-ukuran papan yang tadinya masih tersisa beberapa mm ataupun cm, sebagai toleransi kesalahan hitungan dan penyikuan haruas di hilangkan. Dan pekerjaan menjadi lebih presisi dan di butuhkan perhitungan yang lebih hati-hati, untuk menghindari kesalahan pemotongan.

Penulis tidak menggunakan sisitim bobokan dalam pengaduan. Murni dengan tempel dan paku, paku yang di gunakan sebagian adalah paku cun ( paku ulir ). Agar aduan lebih kencang dan papan bisa saling menarik hingga titik aduan bisa menjadi rapat.

PENGAMPLASAN 1

Pengamplasan di lakukan setelah semua bagian meja sudah di rakit. Pengaplasan dikerjakan melalui 3 tahap, yaitu pengamplasan kasar, dengan menggunakan amplas grade 180C. Pengamplasan sedang dengan menggunakan grade 280C, dan pengamplasan halus dengan menggunakan grade 400C. Dan untuk jenis kayu tertentu, seperti jati perlu di amplas dengan tahap ke 4 yang menggunakan amplas grade 800C.

Gunakan amplas kasar tedahulu, dengan searah serat,dan mengambang, tujuan dari pengamlasan kasar adalah untuk memotong serat kayu yang timbul,juga bisa untuk meratakan muka kayu yang masih kasar atupun beda tebal papan yang sangat tipis.

Kemudian amplas kedua, grade 280C ( 200-400 C), di kerjakan juga searah dengan serat kayu, agak di tekan, karena amplas grade ini agak halus. Amplas di ganti apabila sudah halus dengan tanda-tanda pada amplas sudah berwarna seperti warna kayu, dan tidak lagi mempan terhadap kayu.

PLAMIR/DEMPUL

Plamir / dempul permukaan papan secara tipis dan merata. Plamir bisa satu bahan dengan dempul hanya dempul lebih kental. Ukuran kekentalan plamir adalah bisa di ambil dengan skrap tanpa meluber, dan tidak menggumpal atau tidak seperti acian semen. Cukup seperti lem kayu putih.

Di sini penulis membuat plamir/dempul sendiri dengan bahan semen putih, lem kayu putih, dan air secukupnya untuk mengatur kekentalan, dengan perbandingan 3 : 1 : secukupnya. Di aduk rata.

Jangan terlalu banyak lem kayunya,karena akan menghalangi meresapnya cat/plistur nantinya. Karena keringnya lem kayu sangat sulit di bersihkan dengan amplas halus, kalau dengan amplas kasar akan merusak kembali permukaan papan.

PENGAMPLASAN 2

Setelah di plamir, amplas kembali hingga halus kembali. Hingga timbul/terlihat kembali serat/ gambaran urat kayu. Plamir disini hanya untuk menutupi poro-pori kayu yang tidak terlihat mata. Dan dempul gunanya untuk menutupi cacat kayu atau cacat pada saat pengerjaan. Seperti lobang, retakan dan tempat sambungan papan.

CAT/PLISTUR

Penulis menggunakan plistur yang sudah jadi dari salah satu merk yang sudah ada, yang bisa langsung di terapkan pada papan. Plistur aslinya sangat kental, maka cairkan dahulu dengan tiner. Untuk lapisan pertama gunakan plistur yang encer tapi jangan terlalu encer, ukurannya bila kuas dicelupkan plistur jatuh tidak berbunyi kemrucuk, dan tidak terlalu kental.

PENGAMPLASAN 3

Setelah seluruh permukaan meja di di plamir tipis merata, maka setelah kering diamplas lagi dengan amplas sedang / grade 400C secara mengambang tanpa menghilangkan plisturan dasar. Ini di lakukan untuk menghilangkan serabut kayu yang masuh tersisa yang biasanya terangkat kembali dalam proses pengecatan/plistur.

Setelah di amplas ulang yang ke 3 kalinya, seluruh permukaan di cat lagi untuk kedua kalinya. Dan untuk hasil yang memuaskan bisa di cat sampai 3 kali. Dan yang terakhir tidak menggunakan kuas, melainkan dengan menggunakan kain serupa kaos. Penulis tidak melakukan ini, dikarenakan ketidak sabaran penulis,karena meja sudah sangat di butuhkan. Ingat, seluruh proses pengulangan pengecatan dilakukan setelah pengecatan sebelumnya kering.

Dan akhirnya….

Selamat berkarya…

Seribu kali belajar, tanpa faedah sama sekali sehingga mempraktekkan pembelajarannya itu…

 

narasumber :  http://hanaksatria.blogspot.com/2014/02/membuat-meja-kantor-sendiri.html

 

untuk catatan pribadi, trims

Kategori:Uncategorized

Cara Disable Open File security warning, unknown publisher

September 21, 2013 Komentar dimatikan

Caranya ternyata cukup mudah, yaitu masuk ke Group Policy dengan mengetik gpedit.msc pada run menu windows.

 

 Go to Group Policy and then expand:

 

Local Computer Policy / User Configuration / Administrative Templates / Windows Components / Attachment Manager

 

2.     On the right pane, double click Inclusion list for low file types.

3.     Click Enable.

4.     Include the file types such as .exe;.bat;.reg;.vbs in the Options box.

5.     Click OK.

 

Kategori:Uncategorized

Easy FTP with vsftpd

September 20, 2013 Komentar dimatikan

I like vsftpd. It’s very very simple to configure.

Now let’s get to the point.

Installation

Code:
sudo apt-get install vsftpd

This installs ssl-cert, openssl and vsftpd, only with anonymous login and just for downloads from a jailed /home/ftp/.

Configuration

Make a copy of the original configuration file. It is very well commented. Keep a copy to have the original settings and comments, just in case.

Code:
sudo cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.original

Now edit the file /etc/vsftpd.conf and change it’s settings as follows.

Basic Setup

To disable anonymous login and to enable local users login and give them write permissions:

Code:
# No anonymous login
anonymous_enable=NO
# Let local users login
# If you connect from the internet with local users, you should enable TLS/SSL/FTPS
local_enable=YES

# Write permissions
write_enable=YES

NOTE: It is not advisable to use FTP without TLS/SSL/FTPS over the internet because the FTP protocol does not encrypt passwords. If you do need to transfer files over FTP, consider the use of virtual users (same system users but with non system passwords) or TLS/SSL/FTPS (see below).

To chroot users

To jail/chroot users (not the vsftpd service), there are three choices. Search for “chroot_local_users” on the file and consider one of the following:

Code:
# 1. All users are jailed by default:
chroot_local_user=YES
chroot_list_enable=NO

# 2. Just some users are jailed:
chroot_local_user=NO
chroot_list_enable=YES
# Create the file /etc/vsftpd.chroot_list with a list of the jailed users.

# 3. Just some users are "free":
chroot_local_user=YES
chroot_list_enable=YES
# Create the file /etc/vsftpd.chroot_list with a list of the "free" users.

To deny (or allow) just some users to login

To deny some users to login, add the following options in the end of the file:

Code:
userlist_deny=YES
userlist_file=/etc/vsftpd.denied_users

In the file /etc/vsftpd.denied_users add the username of the users that can’t login. One username per line.

To allow just some users to login:

Code:
userlist_deny=NO
userlist_enable=YES
userlist_file=/etc/vsftpd.allowed_users

In the file /etc/vsftpd.allowed_users add the username of the users that can login.

The not allowed users will get an error that they can’t login before they type their password.

TLS/SSL/FTPS

NOTE: you definitely have to use this if you connect from the Internet.

To use vsftpd with encryption (it’s safer), change or add the following options (some options aren’t on the original config file, so add them):

Code:
ssl_enable=YES
allow_anon_ssl=NO
force_local_data_ssl=YES
force_local_logins_ssl=YES
ssl_tlsv1=YES
ssl_sslv2=YES
ssl_sslv3=YES
# Filezilla uses port 21 if you don't set any port
# in Servertype "FTPES - FTP over explicit TLS/SSL"
# Port 990 is the default used for FTPS protocol.
# Uncomment it if you want/have to use port 990.
#listen_port=990

No need to create a certificate. vstfpd uses the certificate Ubuntu creates upon it’s installation, the “snake-oil” certificate (openssl package, installed by default). Please don’t be afraid of it’s name!

Install Filezilla (on the repositories), and use the Servertype “FTPES – FTP over explicit TLS/SSL” option to connect to the server with TLS/SSL/FTPS.

Additional Options

Here are some other available options. The values are examples:

Code:
# Show hidden files and the "." and ".." folders.
# Useful to not write over hidden files:
force_dot_files=YES

# Hide the info about the owner (user and group) of the files.
hide_ids=YES

# Connection limit for each IP:
max_per_ip=2

# Maximum number of clients:
max_clients=20


Apply new configuration settings

Don’t forget that to apply new configurations, you must restart the vsftpd service.

Code:
sudo /etc/init.d/vsftpd restart

Webmin Module

For those who use webadmin, there is a module for VSFTPD here http://www.webmin.com/third.html.

Firewall Problems

If you find problems when connecting, set pasv_min_port and pasv_max_port in /etc/vsftpd.conf and allow outbound connections in the ports you set in your firewall.

Code:
pasv_min_port=12000
pasv_max_port=12100

Virtual users with TLS/SSL/FTPS and a common upload directory – Complicated vsftpd

Virtual users are users that do not exist on the system – they are not in /etc/passwd, do not have a home directory on the system, can not login but in vsftpd – or if they do exist, they can login in vsftpd with a non system password – security.

You can set different definitions to each virtual user, granting to each of these users different permissions. If TLS/SSL/FTPS and virtual users are enabled, the level of security of your vsftpd server is increased: encrypted passwords, with passwords that are not used on the system, and users that can’t access directly to their home directory (if you want).

The following example is based and adapted on the example for virtual users in vsftpd site, on documentation and the very good examples in this forum that can be found here and here.

From the FAQ in vsftpd site:

Note – currently there is a restriction that with guest_enable enabled, local
users also get mapped to guest_username.

This is a polite way to say that if the default vsftpd PAM file is used, the system users will be guests too. To avoid confusions change the PAM file used by vsftpd to authenticate only virtual users, make all vsftpd users as virtual users and set their passwords, home and permissions based on this example.

The workshop

This is an example for a work directory where various virtual users can save (upload) their work – in this case it will be /home/work, that must be owned by the guest_username (workers).

Create the system user (workers) and the work directory (/home/work) to be used by the virtual users in vsftpd where they will upload their work in it:

Code:
# Don't use -m (--create-home) option. This avoids creating a home
# directory based on /etc/skel (.bash* and .profile files).
sudo useradd -d /home/work workers
sudo mkdir /home/work
sudo chown workers /home/work

Create directories to save the virtual users definitions.

Code:
sudo mkdir /etc/vsftpd
sudo mkdir /etc/vsftpd/vusers

Change the PAM authentication in vsftpd.conf and create a new PAM file that uses the pam_userdb module to provide authentication for the virtual users.

If you still didn’t do it, make a backup copy of your vsftpd.conf or make a backup copy of the default one (it is a very good starting point and it is very well commented, as I previously wrote).

Edit the default /etc/vsftpd.conf:

Code:
sudo nano /etc/vsftpd.conf

Change the line anonymous=YES, uncomment local_enable=YES and change pam_service_name=vsftpd:

Code:
# Disable anonymous_enable is optional.
anonymous_enable=NO
...
local_enable=YES
...
pam_service_name=ftp

Then add the TLS/SSL/FTPS definitions (from above) in the end of the file and after it also add:

Code:
# Enable (only) guests.
guest_enable=YES
# This is not needed, it's the default. Just here for clarity.
guest_username=ftp
# Where the guests (virtual) usernames are set.
user_config_dir=/etc/vsftpd/vusers

The default settings in vsftpd.conf are restricted just for anonymous user that can download from /home/ftp, are chrooted there and can’t upload nor create directories. Virtual users are treated as anonymous users by vsftpd. We have disabled anonymous logins, enabled local_users (virtual users in this case, authenticated by the PAM file we will create) and enabled guests (local users – guests – will be virtual users).

The rest of the options are the default ones, so nobody can upload and because we set guest_enable=YES, if a username exists and have an empty username file, it will be treated as an anonymous user (“ftp” user). We added the TLS/SSL/FTPS so no cleartext passwords are used in the connections.

Now you will override the vsftpd.conf settings for each username individually with files in the directory /etc/vsftpd/vusers wich was set in “user_config_dir=” option. Lets continue.

Create the new file /etc/pam.d/ftp for the new authentication system:

Code:
sudo nano /etc/pam.d/ftp

And add the following content:

Code:
auth required /lib/security/pam_userdb.so db=/etc/vsftpd/vsftpd_login
account required /lib/security/pam_userdb.so db=/etc/vsftpd/vsftpd_login

Create a file with the virtual usernames and passwords that can login (one line for username, one line for password and so on for all the users) and call it “logins.txt”:

Code:
mike
password1
sarah
password2

Install libdb3-util, create the login database with the file logins.txt and restrict permissions to the database:

Code:
sudo apt-get install libdb3-util
sudo db3_load -T -t hash -f logins.txt /etc/vsftpd/vsftpd_login.db
sudo chmod 600 /etc/vsftpd/vsftpd_login.db
# This is not safe, you should delete this file.
sudo chmod 600 logins.txt

Create a file for the workers settings (mike and sarah on logins.txt):

Code:
sudo nano /etc/vsftpd/workers

Add the new definitions for this users (remember that virtual users are treated as anonymous users by default on vsftpd, default anonymous settings are set on /etc/vsftpd.conf):

Code:
write_enable=YES
anon_mkdir_write_enable=YES
anon_other_write_enable=YES
anon_upload_enable=YES
local_root=/home/work
chroot_local_user=YES
dirlist_enable=YES
download_enable=YES
guest_username=workers

Link this file to the workers usernames in /etc/vsftpd/vusers/, so that any change made at /etc/vsftpd/workers is applied to all workers (after you restart vsftpd).

Code:
sudo ln -s /etc/vsftpd/workers /etc/vsftpd/vusers/mike
sudo ln -s /etc/vsftpd/workers /etc/vsftpd/vusers/sarah

If this was suppose to be for web development, you would add this directory in apache, make it an available site and enable it as an enabled website.

Restart vsftpd.

System users as a virtual user with non-system password

The next example file for one user, like a system user. Add his username and a password – not the system one please, just to be a little bit safer – in logins.txt and repeat the db3_load command. Create a file named after his username inside /etc/vsftpd/vusers/:

Code:
sudo nano /etc/vsftpd/vusers/user

And save the following in it:

Code:
write_enable=YES
anon_mkdir_write_enable=YES
anon_other_write_enable=YES
anon_upload_enable=YES
chroot_local_user=YES
# change /home/user to the actual user home directory.
local_root=/home/user
dirlist_enable=YES
download_enable=YES
guest_username=user

As you can see, guest_username is important because it will be the user that owns the uploaded files on the directories owned by the guest_username and only files owned by this guest_username can be deleted by him (if you allow it). If you don’t set a guest_username, then the “ftp” user will be the used (default in /etc/vsftpd.conf). If you create an empty file of a username present in /etc/vsftpd/vsftpd_login.db (logins.txt), this user will only have the permissions set to anonymous users in /etc/vsftpd.conf, his default home directory will be /home/ftp/ and the owner of the files he uploads (if you allow him and the directory is owned by ftp) will be “ftp”.

Only usernames in both /etc/vsftpd/vsftpd_login.db (logins.txt) AND with a file in /etc/vsftpd/vusers/ can login. So, the username can’t login if:

– If a file exist in /etc/vsftpd/vusers/ but the username is not in /etc/vsftpd/vsftpd_login.db (logins.txt) – you can add filenames that aren’t on the database, no harm done.
– If the username is in /etc/vsftpd/vsftpd_login.db (logins.txt) but do not exist in /etc/vsftpd/vusers/ – you can disable logins, just (re)move/rename the file(s) and/or link(s).

Restart vsftpd.

EDIT1: removed SFTP reference in TLS/SSL/FTPS section
EDIT2: added virtual users configuration.
EDIT3: added allow/deny userlist.

 

*sumber copas : ubuntu.forums.org

Kategori:Uncategorized

My Sweet Home, My Sweet Family – Pendahuluan

Mei 17, 2013 Komentar dimatikan

Rencana untuk membeli rumah “kredit”  sudah ada sejak 2 tahun silam (2011), seiring dengan lunasnya tanggungan kredit konsumsi yang lainnya. Syukur Alhamdulillah, pada tahun itu motor kedua sudah kami miliki. Tiada henti kami mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya kepada sang kuasa atas limpahan rizkiNya dan segala kemudahan yang diberikan kepada kami.

Saya dan istri sama2 bekerja namun di bidang dan tempat yang berbeda sehingga motor merupakan transportasi yang sangat kami butuhkan.

Kembali ke topik sesuai judul. Disaat tanggungan ekonomi tidak seberat sebelumnya maka kami putuskan untuk segera memiliki rumah. Tentu saja dengan cara kredit KPR. Setelah menargetkan perencanaan keuangan dan masa depan keluarga, maka mulailah dengan mensurvei rumah dan rencana kpr nantinya. Oh iya syukurnya lagi saya sudah memiliki keanggotaan Jamsostek sehingga jaminan ini ikut ambil bagian dalam proses KPR nanti.

Survei Rumah
Beberapa faktor dalam survei rumah yang kami tentukan :

1. Lokasi

Saya berdomisili di Malang, jadi pastinya saya ingin memiliki rumah di sekitar malang. Setelah itu lebih mengerucut lagi saya ingin lokasi tidak jauh dari rumah orang tua, dan saudara, selain itu saya akan merasa asing bila berada/tinggal di daerah yang sama sekali belum pernah saya singgahi (walau masih didalam kota lho)

2. Jenis Rumah

Sementara ini saya lebih sreg tinggal di wilayah perumahan dengan pertimbangan fasilitas umum tersedia, tingkat sosial, praktis.Untuk model rumahnya modern minimalis.

3. Bank Penyalur KPR

Hasil survei pada saat itu (th 2012) ada beberapa bank yaitu Bank Jatim, BRI, dan BTN. Suku bunga yang ditawarkan kompetitif. Dulu ingin ambil Bank Jatim kalo enggak BRI

4. Bank yang Bekerjasama dengan Jamsostek

Tentu ini syarat utama bank yang saya pilih harus bisa dengan Jamsostek. Mengapa kami ingin mengambil dengan uang muka jamsostek? Baca selengkapnya pada postingan berikutnya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Personal

Hak Penumpang Jika Pesawat Delay (Ganti Rugi) – Terlambat.info

September 1, 2012 Komentar dimatikan

Hak Penumpang Jika Pesawat Delay (Ganti Rugi) – Terlambat.info.

 

Dipostingan sebelumnya, Terlambat.info posting mengenai berita delay atau terlambatnya penerbangan pesawat berjam-jam hingga penumpangnya marah menyandera manajer airlines tersebut dan membawanya turut terbang lalu meminta ganti rugi sejumlah uang (Pesawat Delay , Manajer Dipaksa Ikut Terbang Ke Pontianak). Sebenarnya apa saja sih yang bisa kita lakukan bila terjadi pesawat delay sesuai dengan hak kita yang tercantum dalam undang-undang.
Ini Hak Penumpang bila Pesawat Mengalami Delay
Gambar Ketika Penumpang Kecewa Pesawat Delay By : Tribunnews.com
Berikut ini Hak Penumpang jika pesawat delay yang aku dapat dari http://www.hukumonline.com
Terkait dengan keterlambatan angkutan udara, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”) menjelaskan definisi keterlambatan sebagai “terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan” (lihat Pasal 1 angka 30 UU Penerbangan).
Jenis-jenis keterlambatan kemudian diperjelas dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (“Permenhub 77/2011”). Menurut Pasal 9 Permenhub 77/2011, keterlambatan terdiri dari:
a.    keterlambatan penerbangan (flight delayed);
b.    tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger); dan
c.    pembatalan penerbangan (cancelation of flight).
Dalam hal terjadi keterlambatan penerbangan (flight delayed) pada angkutan penumpang yang dimaksud Pasal 9 huruf a Permenhub 77/2011di atas, pengangkut (dalam hal ini maskapai penerbangan) bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpangnya.  Ganti rugi yang wajib diberikan oleh maskapai penerbangan kepada penumpang sebelumnya telah diatur dalam Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara (“Permenhub 25/2008”) yaitu:
a.      keterlambatan lebih dari 30 (tiga puluh) menit sampai dengan 90 (sembilan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman dan makanan ringan;
b.      keterlambatan lebih dari 90 (sembilan puluh) menit sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, apabila diminta oleh penumpang;
c.      keterlambatan lebih dari 180 (seratus delapan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan slang atau malam dan apabila penumpang tersebut tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, maka kepada penumpang tersebut wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.
Kemudian, pemerintah melengkapi ketentuan ganti rugi dalam Permenhub 25/2008 dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 10 Permenhub 77/2011, sebagai berikut:
a.      keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;
b.      diberikan ganti kerugian sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;
c.      dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.
Ketentuan peralihan dari Permenhub 77/2011 tidak menyatakan tidak berlakunya Permenhub 25/2008, sehingga keduanya tetap berlaku. Hanya saja, ketentuan ganti kerugian yang diatur Permenhub 77/2011 baru mulai berlaku tiga bulan sejak tanggal ditetapkan atau tiga bulan sejak 8 Agustus 2011 (lihat Pasal 29 Permenhub 77/2011).
Jadi, memang dalam beberapa kondisi sebagaimana tersebut di atas, penumpang berhak dipindahkan ke penerbangan lain (mendapat tiket penerbangan lain), selain mendapatkan makanan dan minuman.
Meksi demikian, pengangkut dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti kerugian akibat keterlambatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a yang disebabkan oleh faktor cuaca dan/atau teknis operasional (lihat Pasal 13 ayat [1] Permenhub 77/2011). Yang dimaksud faktor cuaca dan teknis operasional dijelaskan dalam penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan dan juga Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3) Permenhub 77/2011, seperti dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Faktor Cuaca
Teknis Operasional
TIDAK Termasuk Teknis Operasional
hujan lebat, petir, badai, kabut, asap, jarak pandang di bawah standar minimal, atau kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang mengganggu keselamatan penerbangan
(Pasal 146 UU Penerbangandan Pasal 13 ayat [2] Permenhub 77/2011)
a.     bandar udara untuk keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara;
b.    lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran;
c.     terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara; atau
d.    keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling).
(Pasal 146 UU Penerbangandan Pasal 13 ayat [3] Permenhub 77/2011)
a.     keterlambatan pilot, co pilot, dan awak kabin;
b.    keterlambatan jasa boga (catering);
c.     keterlambatan penanganan di darat;
d.    menunggu penumpang, baik yang baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer) atau penerbangan lanjutan (connecting flight); dan
e.    ketidaksiapan pesawat udara.
(Penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan)
 Dasar hukum:
2.    Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara
3.    Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara;
 
#InfoTerlambat : Bukan hanya Air lines saja yang bisa dituntut penumpang, namun kita sebagai penumpang pun bisa dituntut lho jika kita terlambat naik pesawat yang menyebabkan tertundanya jadwal penerbanganan.
Kategori:Artikel

Digandeng Pemerintah, Bank Bukopin Punya KPR Murah

Juni 21, 2012 Komentar dimatikan

Sekilas Bank Bukopin

Bank Bukopin yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset. Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer. Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

Skema pemasangan kabel tipe silang ( Cross )

Juni 17, 2012 Komentar dimatikan

Urutan Pemasangan Kabel Cross dan Straight.

Berikut cara menyusun dan urutan pemasangan kabel menurut standar Internasional . Bahan yang dibutuhkan biasanya Kabel UTP dan RG 45. Untuk menggunakan Lan atau hal-hal yang lain-lainnya. Berikut urutan pemasangannya :

1. putih orange
2. orange
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat

Terus disisi lainnya Baca selanjutnya…

Kategori:Teknik Komputer